Presiden Amerika Serikat, Barack Hussein Obama, tampaknya sadar akan kehebatan pesawat tempur tanpa awak milik Negeri Adidaya itu. Dia bahkan pernah menyebut dirinya ahli dalam hal membunuh orang.
Pernyataan itu muncul dalam sebuah buku yang baru diluncurkan berjudul "Double Down." Buku itu ditulis oleh jurnalis Mark Halperin dan John Heilemann dalam konteks perjalanan pemilihan umum presiden tahun lalu, seperti dilansir surat kabar Russia Today, Selasa (5/11).
Koran the Washington Post menjadi media pertama yang menerbitkan kutipan pernyataan Obama itu baru-baru ini.
Pihak Gedung Putih hingga kini belum mengeluarkan pernyataan apa pun terkait kutipan itu.
Namun penasihat senior presiden Dan Pfeiffer membantah sejumlah pernyataan di dalam buku itu.
"Presiden selalu tidak suka dengan informasi bocoran. Saya belum bicara dengan presiden soal buku ini. Saya belum membacanya. Dia juga. Tapi dia benci informasi bocoran," kata Pfeiffer.
Kutipan Obama itu mengemuka lantaran kampanye penggunaan pesawat tempur tanpa awak Amerika makin gencar dilakukan sejak dia menjadi presiden pada 2008.
Setelah mendapat Nobel Perdamaian pda 2009, Obama semakin memperluas penggunaan pesawat tanpa awak itu di luar negeri. Obama juga mengawasi penyerangan di Afganistan dan di masa operasi pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Libya pada 2011 serta penggerebekan Usamah Bin Ladin pada Mei 2011. Yang teranyar adalah serangan yang menewaskan pemimpin Taliban Hakimullah Mehsud akhir pekan lalu.
Menurut penyelidikan Biro Jurnalisme Investigatif di Ibu Kota London, Inggris, Presiden Obamatelah memerintah sendiri 326 serangan ke Pakistan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar